Postingan

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Gambar
  KASUS : Saat akan diadakan wisata atau outbond untuk kelas VIII, ada salah satu siswa putri yang mengalami sakit ddan harus dirawat di rumah sakit,  pelaksanaan masih ada waktu satu bulan ke depan, dan dilihat dari absen sekolah sering sekali tidak masuk dan sering juga masuk rumah sakit, dengan pertimbangan tersebut saya mengalami dilema etika karena siswa tersebut menginginkan sekali ikut dalam kegiatan wisata dan outbond ini karena siswa tersebut juga sudah punya janji danrencana dengan teman temannya, apalagi kegiatan ini juga merupakan tugas sekolah dalam membuat karya tulis, saya dalam hal ini sangat mengalami dilema etika satu sisi merasa kasihan kepada siswa yang sudah punya rencana dan sangat menginginkan ikut dalam kegiatan, di satu sisi tanggung jawab sekolah dalam kegiatan ini tidak mengingingkan terbebani akan terjadi hal yang tidak diinginkan misalkan nanti dalam kegiatan ini jatuh sakit lagi karena kegiatan ini sangat jauh wisata ke pulai dewata Bali. Penyeles...

AKSI NYATA PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Gambar
siswa presentasi hasil karya A. Latar belakang Sesuai dengan filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara, pembelajaran berdiferensiasi secara singkat merupakan pembelajaran yang berpihak kepada siswa. Dimana setiap murid memiliki kesempatan yang sama untuk belajar sesuai dengan kebutuhan kondisinya. Karakteristik anak yang berbeda dengan segala kekuatan, gaya belajar, dan minat yang berbeda pula, dan pada akhirnya seorang guru mampu menghadapi tantangan tersebut dan dengan berbagai usaha yang dilakukan untuk memastikan setiap murid di kelas agar sukses dalam proses pembelajaran. Pembelajaran berdiferensiasi juga selaras dengan arah pengembangan merdeka belajar. Di mana dalam konsep merdeka belajar terdiri dari : pemahaman akan profil siswa, kebutuhan siswa, persiapan guru dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi umum yang dapat dikembangkan untuk mencapai merdeka belajar dalam rangka mewujudkan transformasi pendidikan di...

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Gambar
“Serupa seperti para pengukir yang memiliki pengetahuan mendalam tentang keadaan kayu, jenis-jenisnya, keindahan ukiran, dan cara-cara mengukirnya. Seperti itulah seorang guru seharusnya memiliki pengetahuan mendalam tentang seni mendidik, Bedanya, Guru mengukir manusia yang memiliki hidup lahir dan batin.”  (Ki Hajar Dewantara) Menurut Tomlinson (2001: 45),  Pembelajaran Berdiferensiasi  adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal ( common sense ) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan: Kurikulum yang memiliki  tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas.  Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya. Bagaimana guru menanggapi atau   merespon kebutuh...

SMP MUHAMMADIYAH 1 SIMPON SOLO, PEMANFAATAN MADING KELAS

Gambar
PEMANFAATAN MADING KELAS Siswa perlu Merdeka Belajar yaitu bukan merdeka dalam artian kebebasan dan lepas dari suatu aturan, tetapi Cakap dalam menata diri sendiri. Dan nantinya tercapai karakter sebagai seorang Pelajar Pancasila, diantara Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Mandiri, Kreatif, Gotong Royong, Berkebhinekaan global dan bernalar kritis Kegiatan ini untuk membangkitkan dan menumbuhkan semangat untuk terciptanya Pelajar Pancasila selamat menyaksikan dan jangan lupa share and like https://www.youtube.com/watch?v=x_mjIZGz-2Q  

SMP MUH 1 SIMPON SOLO LAKSANAKAN BUDAYA POSITIF

Gambar
  ARTIKEL AKSI NYATA MODUL 1.4 PELAKSANAAN BUDAYA POSITIF (H. HERMAWAN LASTIYONO, ST, SPd, MPd) ISTANSI SMP MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA   1.     Latar Belakang Dalam pelaksanaan disiplin   di sekolah masih berdasarkan motivasi ekstrinsik, dimana pembiasaan positif yang diterapkan bukan disiplin positif, namun masih dipengaruhi dengan ransangan dari luar, contohnya   menganut reward dan punishment. Komunikasi yang dibangun masih satu arah, peran atau kontrol guru belum sampai pada tahap manajer melainkan sebagai hakim bagi murid. Guru adalah sebagai manajer yaitu   selalau memberikan pertanyaan pertanyaan, dan anak melatakkan sebagai individu yang positif dalam dunia berkualitas dan dampak pada anak adalah dapat mengevaluasi diri cara memperbaiki diri. Yang diharapkan sekolah adalah bagaimana mendisiplinkan peserta didik bermula dari kesadaran, dan menumbuhkan motivasi intrinsik. Bagiamana disiplin dan budaya poisitif yang sudah ...

TANAMKAN TUJUAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA

Gambar
  Seringkali atau mungkin pernah kita jumpai, dimana kita sebagai guru mata pelajaran matematika, ada siswa yang bertanya, “Untuk apa belajar matematika?, penuh dengan angka-angka yang memusingkan dan begitu sulit”. Biasanya pertanyaan itu terlontar dari mulut siswa yang merasa sulit dan kurang menyukai dengan mata pelajaran matematika yang disebabkan oleh ketidaktahuan mengenai tujuan belajar matematika di sekolah. Apakah tujuan pembelajaran matematika? Apakah untuk membelajarkan konsep atau materi matematika sebanyak-banyaknya? Menurut Permendikbud nomor 58 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah, ternyata tidak demikian. Pembelajaran matematika tidak hanya dimaksudkan untuk penguasaan materi matematika sebagai ilmu semata, melainkan untuk mencapai tujuan yang lebih ideal, yakni bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sebagai dasar dan penguatan kemampuan dalam kehi...